Ngeri ! 9 Negara Ini Memiliki dan Mengembangkan Senjata Nuklir

Nuklir. Salah satu senjata paling mematikan di dunia. Efeknya tidak hanya meledakkan suatu area dalam jangkauan yang luas, tetapi juga mampu menimbulkan efek jangka panjang akibat radiasi. Bukti paling nyata dapat dilihat dari kasus bom atom kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang selama Perang Dunia II.

Tidak semua negara memiliki senjata pembunuhan massal ini. Pasalnya, kurang dari 10 negara memiliki senjata nuklir. Berbagai alasan menyertai hal ini. Entah itu banyak protes dari masyarakat, larangan dari serikat pekerja pemerintah, dan bahkan tidak adanya teknologi yang mendukung pembuatan senjata tersebut. Di bawah ini adalah negara-negara yang memiliki dan mengembangkan senjata nuklir.

  • Amerika

Nama negara ini mulai dikenal luas sebagai negara pengembang senjata nuklir sejak Perang Dunia II, ketika mereka menjatuhkan bom atom di Jepang. Faktanya, pengembangan senjata nuklir Amerika terus berlanjut dan meningkat saat memasuki Perang Dingin dengan Rusia. Menurut data dari Arms Control Association, setidaknya ada 5.800 orang Amerika yang dimiliki pada Agustus 2020.

  • Rusia

Rusia memiliki senjata nuklir jauh lebih banyak daripada Amerika. Menurut sumber yang sama, jumlah akhir mencapai 6.375 unit. Angka ini masih kalah dari tahun delapan puluhan, yang jika ditambah Amerika, jumlah persenjataannya mencapai 60 ribu unit. Diskon dapat dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak.

  • Prancis

Prancis adalah salah satu negara yang memiliki senjata nuklir. Empat negara lainnya adalah Amerika, Rusia, Inggris, dan China. Meski juga telah dikembangkan sejak 1970, jumlah unit senjata nuklir Prancis sangat kecil dibandingkan Amerika dan Rusia. Hingga Agustus 2020, hanya ada 290 unit senjata nuklir yang mereka miliki.

  • China

Jumlah senjata nuklir China lebih tinggi dari Prancis, yakni 320 unit. Ini menjadikan China sebagai produsen dan pengembang senjata nuklir terbesar ketiga. Diperkirakan jumlah senjata nuklir akan terus meningkat mengingat China terus memperluas lingkup militernya dan posisi politiknya yang panas dengan Amerika.

  • Inggris

Ada laporan bahwa meskipun persenjataannya berkurang, Inggris masih mengembangkan sistem senjata nuklirnya. Pada awal 2020, BBC melaporkan bahwa pemerintah Inggris telah menghabiskan hingga 1,3 miliar pound (260 triliun rupee) untuk mengembangkan senjata pemusnah massal.

  • Pakistan

Pakistan termasuk dalam kategori negara senjata nuklir yang belum menandatangani Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT) atau kesepakatan untuk menghentikan ekspansi nuklir. Ada juga dua negara lain yang juga mengalami hal serupa, yakni India dan Israel. Pakistan memulai proyek senjata nuklirnya sejak India mengembangkan sektor ini.

  • India

Asosiasi Kontrol Senjata menyatakan bahwa India sedang mencoba mengembangkan senjata nuklir berdasarkan sistem rudal. Ada tiga sektor yaitu rudal balistik, rudal jelajah dan rudal laut. Perselisihan dengan Pakistan menambah kemungkinan India akan menambah jumlah senjata nuklir yang dimilikinya. Sebagai informasi, India pertama kali memperoleh senjata nuklir pada tahun 1974.

  • Israel

Sejauh ini, Israel tidak pernah mengumumkan memiliki senjata nuklir. Namun, diyakini bahwa negara Timur Tengah itu diam-diam memilikinya, meski jumlah pastinya tidak diketahui. Diperkirakan ada 90 unit senjata nuklir berdasarkan data dari Arms Control Association per Agustus 2020.

  • Korea Utara

Korea Utara sebelumnya telah menerima dan menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi. Tetapi kemudian mereka mengundurkan diri pada tahun 2003. Menurut artikel Asosiasi Kontrol Senjata, Korea Utara diperkirakan memiliki 30-40 senjata nuklir pada Januari 2020 dan memiliki persediaan plutonium 40kg. Ada juga 500 kilogram uranium yang jika diubah menjadi senjata nuklir bisa menghasilkan enam hingga tujuh senjata.

Baca Juga :  Kekurangan Laptop Tipis Yang Harus Kamu Kenali

Mari kita berharap negara-negara ini tidak saling bertarung. Karena jika mencapai puncaknya, bukan tidak mungkin akan terjadi perang nuklir.